Mungkinkan Mandatori Konseling bagi Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)?

Pendahuluan Perkara KDRT merupakan perkara yang membutuhkan penyelesaian multi dimensi, karena dapat menyangkut permasalahan social dan kemanusiaan. Penghukuman bagi pelaku saja tidak cukup untuk menanggulangi terjadinya kekerasan, karena sejatinya KDRT disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan kekuatan antara korban dan pelaku. Penghukuman bagi pelaku saja tidaklah cukup memberikan keadilan bagi korban, mengingat seringkali masih meninggalkan permasalahan tersendiri… Read More Mungkinkan Mandatori Konseling bagi Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)?

Tantangan dan Peluang Pengintegrasian UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Sistem Peradilan Agama di Indonesia

Pentingnya Pengintegrasia UUPKDRT di Pengadilan Agama Fenomena kekerasan terhadap perempuan dalam lingkup rumah tangga dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan jumlah kasus yang terlaporkan. Laporan Komnas Perempuan sejak tahun 2001 hingga 2007 mencatat sejumlah 30% hingga 82% terjadi dalam lingkup rumah tangga. Bahkan pada tahun 2008 hampir 95% atau 136.849 kasus adalah kasus KDRT. Laporan… Read More Tantangan dan Peluang Pengintegrasian UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Sistem Peradilan Agama di Indonesia

Rekonstruksi Metodologi Tarfisr Al-Qur’an Yang Adil Gender

Menurut Al Jabiri, tafsir Islam klasik ditandai oleh sikap pemikiran yang selalu berorientasi pada otoritas teks, merujuk pada masa lalu, ijma’ dan qiyas. Sikap pemikiran ini telah melahirkan pemahaman keagamaan yang bias gender dan diskriminatif terhadap peran perempuan. Penekanan yang berlebihan terhadap tekstualitas al-Qur’an, dengan membaca teks secara literal, makna nash diambil hanya berdsar pada… Read More Rekonstruksi Metodologi Tarfisr Al-Qur’an Yang Adil Gender

Gender dan Kekerasan Terhadap Perempuan*)

Kekerasan terhadap perempuan, termasuk yang terjadi dalam rumah tangga, sebagaimana dinyatakan dalam deklarasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan merupakan manifestasi posisi subordinasi perempuan di hadapan laki-laki. Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan disinyalir sebagai akar terjadinya kekerasan terhadap perempuan, sehingga kekerasan terhadap perempuan disebut pula sebagai “kekerasan berbasis gender”[1] atau “kekerasan terhadap perempuan berbasis gender” (KTPBG).… Read More Gender dan Kekerasan Terhadap Perempuan*)

Memahami Kekerasan Terhadap Perempuan*)

Kekerasan yang berasal dari kata violence, dalam bahasa Latin merupakan gabungan kata “vis” yang berarti daya atau kekuatan dan “lotus” yang berasal dari kata ferre yang berarti membawa, sehingga violence bisa diartikan sebagai membawa kekuatan.[1] Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kekerasan dapat berarti “perihal yang bersifat atau berciri keras; perbuatan seseorang atau sekelompok orang… Read More Memahami Kekerasan Terhadap Perempuan*)

Feminist Legal Theory : Sebuah Tinjauan Singkat*)

A. Pengertian Feminist Legal Theory Kata feminist dalam berbagai kamus sering diartikan sebagai kata benda (noun) atau kata sifat (adjective) yang diakitkan dengan kata feminism. Dalam Merriam Webster’s Dictionary and Thesaurus, feminist merupakan kata sifat (adjective) dari feminism yang berarti (1) teori tentang kesetaraan politik, ekonomi dan social berdasarkan jenis kelamin, (2) aktivitas yang diorganisasi atas… Read More Feminist Legal Theory : Sebuah Tinjauan Singkat*)

Kekerasan Terhadap Perempuan Memicu HIV/AIDS

Oleh: Saeroni Hingga saat ini masih banyak orang yang menganggap bahwa HIV/AIDS sebagai masalah yang hanya dialami oleh orang yang mempunyai perilaku seksual menyimpang, para pendosa dan pengguna narkoba. Akan tetapi perkembangan kasus HIV/AIDS belakangan ini semakin banyak dialami oleh mereka yang dianggap aman dan tidak beresiko HIV/AIDS. Data dari RS Dr. Sutomo menunjukkan bhwa… Read More Kekerasan Terhadap Perempuan Memicu HIV/AIDS